Dalam pertemuan tersebut, Andi Faisal, M.Pd. menyampaikan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, perpustakaan, komunitas literasi, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan literasi di Kalimantan Timur.
Pembahasan IPLM diarahkan tidak hanya pada capaian angka, tetapi juga bagaimana indikator pembangunan literasi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keberadaan perpustakaan diharapkan semakin mampu menjadi ruang belajar, pusat informasi, serta tempat masyarakat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
Dalam kesempatan tersebut, RELIMA Perpusnas RI Lokus Samarinda juga memberikan masukan agar segera dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan Wakil Gubernur Kalimantan Timur bersama para pemangku kepentingan terkait. FGD tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bersama untuk membahas capaian IPLM, berbagai tantangan di lapangan, serta strategi penguatan pembangunan literasi masyarakat Kalimantan Timur Tahun 2026.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor sehingga pembangunan literasi tidak berhenti pada program, tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Desain oleh ANDI FAISAL.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar